Lebih suka yang mana? The Da Vinci Code versi Buku atau versi Film yang baru saja diputar di seluruh bioskop-bioskop di dunia?
Apapun pilihannya, tidak bisa dipungkiri bahwa karya jenius Dan Brown ini sangat memukau dengan teori-teori konspirasi yang terkandung di dalamnya. Tapi, kalau saya disuruh memilih, saya lebih memilih versi bukunya yang bergambar (Bagaimanapun juga sulit untuk membaca novel yang menceritakan tentang lukisan Leonardo Da Vinci jika bukunya tidak bergambar). Selain itu ada beberapa ketidaksesuaian yang saya temukan di dalam film The Da Vinci Code jika dibandingkan dengan bukunya...
Beberapa ketidaksesuaian tersebut antara lain seperti terdapat di dalam cuplikan-cuplikan kisah dibawah ini :
(Versi Buku berwarna Jingga dan versi Film berwarna Ungu)
__________________________+++++++++____________________________
Robert Langdon dihubungi oleh Kepolisian Perancis untuk memberikan keterangan tentang kematian Jacques Sauniere di hotel Ritz Paris tempatnya menginap.
Robert Langdon dihubungi oleh Kepolisian Perancis untuk memberikan keterangan tentang kematian Jacques Sauniere di acara penandatanganan buku barunya.
♣
Robert Langdon harus menjawab tiga pertanyaan sebelum memasuki Chateux Vilette milik Leigh Teabing .
Teabing : “Apakah aku akan menjamumu dengan Teh atau Kopi?”
Langdon : “ Teh… Earl Grey”
Teabing : “ Dengan Susu atau Gula?”
Langdon : “ Jeruk Nipis”
Teabing : “ Pada tahun berapa pendayung Harvard terakhir kalinya mengalahkan pendayung Oxford di Henley?”
Langdon : “ Tentu saja parodi seperti itu tak pernah terjadi.”
Robert Langdon harus menjawab tiga pertanyaan sebelum memasuki Chateux Vilette milik Leigh Teabing .
Teabing : “Apakah aku akan menjamumu dengan Teh atau Kopi?”
Langdon : “ Teh”
Teabing : “ Dengan Susu atau Gula?”
Langdon : “ Bukan kedua-duanya”
Teabing : “ Pada tahun berapa pendayung Harvard terakhir kalinya mengalahkan pendayung Oxford di Henley?”
Langdon : “ Tentu saja parodi seperti itu tak pernah terjadi.”
♣
Ada dua buah Cryptex. Cryptex yang kedua terletak di dalam cryptex yang pertama. Cryptex Pertama memiliki sandi SOFIA dan cryptex yang kedua memiliki sandi APPLE.
Hanya ada satu buah cryptex yang memiliki sandi APPLE.
♣
Remy, pelayan Leigh Teabing, mengatakan pada Silas bahwa dirinya bukanlah Sang Guru, dirinya hanyalah pelayan sang Guru yang sengaja menyamar di rumah Leigh Teabing.
Remy, pelayan Leigh Teabing, mengaku pada Silas bahwa dirinya adalah Sang Guru.
♣
Langdon dan Sophie memecahkan kata-kata sandi yang terdapat pada cryptex pertama atas bantuan Pamela Gettum, seorang petugas perpustakaan King’s College, London.
Langdon dan Sophie memecahkan kata-kata sandi yang terdapat pada cryptex pertama atas bantuan salah seorang pelajar yang sedang mengakses internet melelui handphonenya di dalam bis kota di London.
♣
Uskup Aringarosa tertembak dan dibawa ke rumah sakit oleh Silas.
Uskup Aringarosa tertembak dan dibawa ke rumah sakit oleh mobil Ambulans Kepolisian.
♣
Silas mati tertembak oleh polisi di markas Opus Dei di London.
Silas mati oleh karena tembakan polisi di Taman Kensington, London, setelah mengantarkan Uskup Aringarosa ke rumah sakit.
♣
Kapten Bezu Fache dari kepolisian Perancis mengejar-ngejar Robert Langdon dan Sophie Neveu murni atas dasar intuisinya sebagai seorang polisi.
Kapten Bezu Fache dari Kepolisian Perancis mengejar-ngejar Robert Langdon dan Sophie Neveu karena dimanfaatkan kekuasaannya oleh Uskup Aringarosa.
♣
Leigh Teabing mengetahui bahwa Langdon telah berhasil membuka cryptex yang kedua sesaat sebelum dirinya tertangkap polisi.
Leigh Teabing tidak mengetahui bahwa Langdon telah berhasil membuka cryptex yang kedua dan menganggap Langdon telah memusnahkan kertas papyrus yang berisikan kata-kata sandi di dalam cryptex yang kedua.
♣
Sophie mengetahui bahwa dirinya ternyata berasal dari keluarga Merovingian, keturunan langsung Maria Magdalena dan Yesus Kristus, dari neneknya Sophie, Marie.
Sophie mengetahui bahwa dirinya ternyata berasal dari keluarga Merovingian, keturunan langsung Maria Magdalena dan Yesus Kristus, dari Robert Langdon, setelah Langdon berhasil memecahkan teka-teki nama keluarga Sophie.
♣
Robert Langdon pada akhirnya mengetahui bahwa The Holy Grail tidak terletak di Rosslyn Chapel dari nenek Sophie di Edinburgh, Skotlandia.
Robert Langdon pada akhirnya mengetahui bahwa The Holy Grail tidak terletak di Rosslyn Chapel setelah terinspirasi akan darah yang mengalir karena lukanya saat mencukur di kamar hotelnya di Paris.
__________________________+++++++++____________________________
/Dinanya Mas Iya