Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Our Journey

Blog EntryFeb 2, '07 10:59 PM
for everyone
Hari ini setahun yang lalu di sebuah mesjid di kota Medan diucapkan sebuah janji agung...mitsaqon ghaliza...untuk meresmikan sebuah ikatan suci antara kita yang disaksikan oleh puluhan kerabat, ratusan sanak saudara dan ribuan malaikat.

Ada senyum...ada tangis haru...ada gelak tawa...

Tak terasa setahun sudah dilewati sejak saat-saat yang mendebarkan itu...setahun sudah kebersamaan kita...walaupun dari segi kuantitas mungkin kita hanya bersama-sama dalam hitungan minggu...tapi kebersamaan hati kita tak dapat terukur.

Kini setahun tlah berlalu...entahlah berapa lama lagi Allah akan menganugerahkan kebersamaan yang indah ini terhadap kita...berapa lama lagi waktu yang tersisa untuk kita dapat terus bersama-sama....berbagi tawa...berbagi tangis...berbagi hidup....

Berapapun juga waktu yang tersisa...semoga akan dapat terus kita pergunakan untuk terus beribadah dan bersujud kepadaNya...karena kebersamaan ini bukan hanya ingin kita raih di dunia...tapi juga di kehidupan akhirat kita kelak...

/dina

--- For the one I always want to wake up with... to go to the bed with.... and to spend the time in between with ---

Blog EntryJan 1, '07 5:54 PM
for everyone

Everyone looks having their own new year’s resolution…How about me? Have I got one….or should I?

Well, there’s a plenty running in my head lately and this is just one of it….Starting to write in our website again after abandoned for a couple of months…

So here I am…sitting in front of my notebook in the first day of January 2007 and still feeling tired after last night’s new year stuff…

It’s my first new year in Aalborg (well,actually I’ve just been here for two weeks) and last night was the best new year’s eve in my life ever. It so was. Actually, there was nothing special…I mean I wasn’t celebrate it in Eiffel tower in Paris or in the London bridge or in the other fabulous places…I was just celebrate it in Aalborg city…on the Limfjord bridge…dealing with the rain, the 4 degrees celcius and the wind that broke my umbrella…watching the fireworks all over the city…with my dearest husband.

My dearest husband. That’s it. That’s the keyword. That’s what made it special. Because sometimes people doesn’t realize that what actually makes something special is not where you are…but who you are with. And is there anything better than spending your time with someone you love? :-)

Godt Nytår ! Happy New Year !


Blog EntryJun 8, '06 9:47 PM
for everyone

For The one ...

 

Who shares my life, my hopes,

my dreams, my days, my nights…

The one I can’t imagine life without

 

Who’s stood by me

through good times and bad times...

The one I sometimes seem to take for granted,

even though I don’t mean to

 

Who understands me better than I understand myself

and whose support, encouragement, and belief in me

help me be a better person

 

I’m thanking the Lord on your birthday and always

For bringing you into my life

 

Happy Birthday, My Husband

 

 

/Dinanya Mas Iya

 

 


Blog EntryJun 7, '06 10:17 AM
for everyone

Lebih suka yang mana? The Da Vinci Code versi Buku atau versi Film yang baru saja diputar di seluruh bioskop-bioskop di dunia?

 

Apapun pilihannya, tidak bisa dipungkiri bahwa karya jenius Dan Brown ini sangat memukau dengan teori-teori konspirasi yang terkandung di dalamnya. Tapi, kalau saya disuruh memilih, saya lebih memilih versi bukunya yang bergambar (Bagaimanapun juga sulit untuk membaca novel yang menceritakan tentang lukisan Leonardo Da Vinci jika bukunya tidak bergambar). Selain itu ada beberapa ketidaksesuaian yang saya temukan di dalam film The Da Vinci Code  jika dibandingkan dengan bukunya... 

 

Beberapa ketidaksesuaian tersebut antara lain seperti terdapat di dalam cuplikan-cuplikan kisah dibawah ini :

(Versi Buku berwarna Jingga dan versi Film berwarna Ungu)

 

__________________________+++++++++____________________________

 

Robert Langdon dihubungi oleh Kepolisian Perancis untuk memberikan keterangan tentang kematian Jacques Sauniere di hotel Ritz Paris tempatnya menginap.

 

Robert Langdon dihubungi oleh Kepolisian Perancis untuk memberikan keterangan tentang kematian Jacques Sauniere di acara penandatanganan buku barunya.

 

 

Robert Langdon harus menjawab tiga pertanyaan sebelum memasuki Chateux Vilette  milik Leigh Teabing .

Teabing  : “Apakah aku akan menjamumu dengan Teh atau Kopi?”

Langdon : “ Teh… Earl Grey”

Teabing  : “ Dengan Susu atau Gula?”

Langdon : “ Jeruk Nipis”

Teabing : “  Pada tahun berapa pendayung Harvard terakhir kalinya mengalahkan pendayung Oxford di Henley?”

Langdon : “ Tentu saja parodi seperti itu tak pernah terjadi.”

 

Robert Langdon harus menjawab tiga pertanyaan sebelum memasuki Chateux Vilette  milik Leigh Teabing .

Teabing  : “Apakah aku akan menjamumu dengan Teh atau Kopi?”

Langdon : “ Teh”

Teabing  : “ Dengan Susu atau Gula?”

Langdon : “ Bukan kedua-duanya”

Teabing : “  Pada tahun berapa pendayung Harvard terakhir kalinya mengalahkan pendayung Oxford di Henley?”

Langdon : “ Tentu saja parodi seperti itu tak pernah terjadi.”

 

Ada dua buah Cryptex. Cryptex yang kedua terletak di dalam cryptex yang pertama. Cryptex Pertama memiliki sandi SOFIA dan cryptex yang kedua memiliki sandi APPLE.

 

Hanya ada satu buah cryptex yang memiliki sandi APPLE.

 

 

Remy, pelayan Leigh Teabing, mengatakan pada Silas bahwa dirinya bukanlah Sang Guru, dirinya hanyalah pelayan sang Guru yang sengaja menyamar di rumah Leigh Teabing.

 

Remy, pelayan Leigh Teabing, mengaku pada Silas bahwa dirinya adalah Sang Guru.

 

♣ 

 

Langdon dan Sophie memecahkan kata-kata sandi yang terdapat pada cryptex pertama atas bantuan Pamela Gettum, seorang petugas perpustakaan King’s College, London.

 

Langdon dan Sophie memecahkan kata-kata sandi yang terdapat pada cryptex pertama atas bantuan salah seorang pelajar yang sedang mengakses internet melelui handphonenya di dalam bis kota di London.

 

 

 

 

Uskup Aringarosa tertembak dan dibawa ke rumah sakit oleh Silas.

 

Uskup Aringarosa tertembak dan dibawa ke rumah sakit oleh mobil Ambulans Kepolisian.

 

 

Silas mati tertembak oleh polisi di markas Opus Dei di London.

 

Silas mati oleh karena tembakan polisi di Taman Kensington, London, setelah mengantarkan Uskup Aringarosa ke rumah sakit.

 

 

Kapten Bezu Fache dari kepolisian Perancis mengejar-ngejar Robert Langdon dan Sophie Neveu murni atas dasar intuisinya sebagai seorang polisi.

 

Kapten Bezu Fache dari Kepolisian Perancis mengejar-ngejar Robert Langdon dan Sophie Neveu karena dimanfaatkan kekuasaannya oleh Uskup Aringarosa.

 

 

Leigh Teabing mengetahui bahwa Langdon telah berhasil membuka cryptex yang kedua sesaat sebelum dirinya tertangkap polisi.

 

Leigh Teabing tidak mengetahui bahwa Langdon telah berhasil membuka cryptex yang kedua dan menganggap Langdon telah memusnahkan kertas papyrus yang berisikan kata-kata sandi di dalam cryptex yang kedua.

 

 

Sophie mengetahui bahwa dirinya ternyata berasal dari keluarga Merovingian, keturunan langsung Maria Magdalena dan Yesus Kristus, dari neneknya Sophie, Marie.

 

Sophie mengetahui bahwa dirinya ternyata berasal dari keluarga Merovingian, keturunan langsung Maria Magdalena dan Yesus Kristus, dari Robert Langdon, setelah Langdon berhasil memecahkan teka-teki nama keluarga Sophie.

 

 

Robert Langdon pada akhirnya mengetahui bahwa The Holy Grail tidak terletak di Rosslyn Chapel dari nenek Sophie di Edinburgh, Skotlandia.

 

Robert Langdon pada akhirnya mengetahui bahwa The Holy Grail tidak terletak di Rosslyn Chapel setelah terinspirasi akan darah yang mengalir karena lukanya saat mencukur di kamar hotelnya di Paris.

 

__________________________+++++++++____________________________

 

/Dinanya Mas Iya

 

 

 


Blog EntryMay 30, '06 1:13 PM
for everyone

Kadangkala disaat meeting dengan rekan-rekan di Nokia Aalborg, mereka suka bercanda, dengan mengatakan ... "in the next fewdays, I ll be going to Hel...." .. Tentu saja ini benar-benar bercanda. Apa yang dimaksudnya adalah ... Hel...sinki, tempat dimana headquarter-nya Nokia company berada.

Alhamdulillah, beneran kalau Mas Iya, insya Allah, bakalan pergi ke Helsinki, Finlandia, kira-kira pertengahan September 2006. Hal ini berawal dari research paper-nya Mas Iya diterima untuk dipresentasikan secara oral di IEEE international symposium on Personal Indoor and Mobile Radio Communications 2006. Papernya sendiri bertopik mengenai efek phase noise di spectral efficiency-nya sistem komunikasi sellular 3.9G (UTRA LTE).

Ada satu hal yang langsung teringat disaat menerima acceptance notification ... yaitu ... memberi kabar berita baik ini ke istri tercinta

See you in Helsinki .. !

/Mas Iya-nya Dina


Blog EntryMay 29, '06 7:55 AM
for everyone

     Dahulu saya samasekali tidak pernah membayangkan apalagi memiliki keinginan untuk bisa jalan di tengah glamournya catwalk dan memperagakan busana-busana perancang terkenal. Dunia model merupakan dunia yang samasekali tidak sejalan dengan prinsip-prinsip yang saya miliki.

 

     Pandangan saya yang negatif tentang dunia model ini berubah ketika untuk pertama kalinya saya menghadiri peragaan busana muslim karya perancang-perancang terkenal seperti Nuniek Mawardi, Fenny Mustofa dan Iva Latifah. Di peragaan busana itu saya menyadari suatu hal. Jika dulu orang tidak tertarik mengenakan busana muslim karena dianggap tidak modis, maka perancang-perancang busana muslim ini telah mengubah paradigma masyarakat tentang hal tersebut. Dan mengubah paradigma masyarakat bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi perancang-perancang ini tetap ‘istiqomah’ menekuni bidangnya. Dengan hadirnya orang-orang seperti mereka, maka busana muslim kini bukan lagi merupakan sesuatu yang ‘tidak modis’, dan walaupun saya tidak yakin persis akan jumlahnya, tetapi saya percaya dengan munculnya berbagai macam busana muslim yang walaupun modis tapi tetap syar’i tersebut, banyak orang yang tergerak untuk berbusana muslim.

 

     Pengalaman saya tentang dunia model busana muslim tidak berhanti sampai disitu. Pertengahan 2005, teman saya diam-diam mengirimkan foto saya ke pemilihan model majalah PARAS, salah satu majalah muslimah terbesar di Indonesia, dan kisahpun dimulai ...

 

     Sejak saat itu saya sering ditelpon untuk menjadi model kerudung ataupun busana muslimah, walaupun 95% saya tolak dengan alasan kesibukan saya di rumah sakit dan juga lokasi pemotretan yang seringnya di luar kota. Awalnya saya sempat kelimpungan sendiri dengan tawaran-tawaran tersebut, tapi pekerjaan saya sebagai dokter muda di rumah sakit tetap menjadi prioritas bagi saya.

 

     Lalu beberapa hari yang lalu majalah PARAS mengadakan road show ke Bandung dan majalah tersebut membutuhkan 6 orang model untuk peragaan busana yang termasuk ke dalam agenda acara tersebut. Sayapun ditelpon, dan tentu saja saya kaget dengan tawaran untuk jalan di catwalk. Saya samasekali tidak memiliki pengalaman dalam hal seperti itu ! Boro-boro jalan di catwalk, jalan di tempat lain saja saya merasa tidak anggun :-p

 

     Tapi, mereka meyakinkan saya bahwa mereka akan melatih saya, dan dengan seizin suami (suami tercinta mengizinkan saya karena audience peragaan busana tersebut semuanya muslimah:-), thanx honey...!), sayapun menyetujui tawaran tersebut.

Maka sabtu sore tanggal 27 mei lalu merupakan saat bersejarah bagi saya karena untuk pertama kalinya saya berjalan di atas catwalk (Alhamdulillah, sepatu setinggi 7 cm itu bisa saya kuasai dengan baik tanpa terjatuh :-p), memperagakan busana muslim karya perancang-perancang busana muslim terkenal.

 

    Entahlah, apakah saya akan mau lagi nantinya jika ditawari untuk jalan di catwalk, karena toh tetap saja saya merasa ini samasekali bukan dunia saya, profesi dokter jauh lebih cocok bagi saya :-). Tapi bagaimanapun juga, hal ini benar-benar merupakan pengalaman yang berharga bagi saya.

 

 

/Dinanya mas Iya


Blog EntryMay 24, '06 10:41 PM
for everyone

Dahulu saya tidak mengerti mengapa pernikahan itu disebut setengah daripada iman. Saya bahkan sempat berpikir jika keimanan itu merupakan sesuatu yang kuantitatif, maka hanya dengan pernikahan saja  setengah dari kuantitas keimanan seseorang itu sudah terpenuhi. Mudah sekali...

 

Tetapi kini dengan menjalani sebuah mahligai pernikahan dengan suami tercinta :-), saya baru memahami kenapa pernikahan itu disebut setengah daripada iman.

 

Jika dulu sebelum menikah saya bisa bertindak apapun sesuai dengan keinginan saya, kini tiap tindakan saya harus dengan sepengetahuan dan harus mempertimbangkan pendapat suami.

 

Jika dulu saya bisa menghabiskan sebagian besar waktu luang saya dengan hang out dengan teman-teman, kini saya harus lebih banyak menghabiskan waktu luang saya yang memang tidak banyak bersama suami.

 

Jika dulu saya bisa pergi kemana saja tanpa harus ‘melapor’, kini saya harus memikirkan bahwa ada orang lain yang mengkhawatirkan saya.

 

Jika dulu kamar, lemari dan kamar mandi saya terbiasa rapi, kini saya harus membiasakannya agak sedikit ‘berantakan’ :-p

 

Dan semua perubahan-perubahan itu bukanlah sesuatu yang mudah dilihat dari sudut manapun. Tidak mudah memulai hidup dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang kita miliki. Dan juga tidaklah mudah untuk menerima kehadiran seseorang yang memiliki karakter dan sifat yang samasekali berbeda dengan kita di dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani. Karena bagaimanapun juga, walaupun yang membedakan pria dan wanita itu hanyalah zat bernama androgen, tetapi tetap saja hal tersebut memberikan perbedaan yang besar.

 

Untuk bisa menjalani sebuah rumah tangga dimana kedua pelakunya harus menghadapi perubahan-perubahan yang besar tersebut diperlukan kesabaran, kelapangan dada dan juga keikhlasan. Dan bukankah itulah inti dari keimanan sesungguhnya?

 

Sekarang saya mengerti mengapa pernikahan itu disebut sebagian dari iman. Hal ini bukan hanya berbicara tentang kuantitas, tetapi juga kualitas.

 

 

 

/dinanya mas Iya

 


Blog EntryMay 15, '06 12:16 PM
for everyone

Disini kita berbagi kisah

Disini kita berbagi cerita

 

Karena walaupun Dina di Bandung

Dan Mas Iya di Aalborg

Tidak menghalangi kita untuk berbagi cerita

 

Karena walaupun ruang lingkup pekerjaan Dina di Rumah Sakit Hasan Sadikin

Dan mas Iya di Aalborg University, Denmark

Bukan suatu hambatan untuk bertukar cerita

 

Karena dalam kisah

Dan juga cerita

Dunia kita lebur menjadi satu

 

 

-Dina&Priya-


Gold Account

Dina Priya


 
 Don't miss it:  

  Our Wedding Website 
 Together 4ever 
 Guest Book 

 
 
    

 

 

     
 Our Visitor: